Warga LAD Borobudur Berupaya Memulihkan Mata Air yang Menyusut Sejak 1990-an

mata air1
mata air 3
mata air 2
mata air 4

Warga yang tergabung dalam Lembaga Adat Desa (LAD) Borobudur terus berupaya memulihkan dan menghidupkan kembali mata air yang menjadi bagian dari kekayaan alam dan warisan lingkungan Desa Borobudur. Berdasarkan ingatan dan penuturan warga, pada sekitar tahun 1990-an, mata air di duusn Kaliabon Desa Borobudur tersebut masih mengalir deras dan aktif di empat titik. Namun, seiring berjalannya waktu, kini hanya tersisa dua titik mata air dengan debit yang relatif kecil. Kondisi ini menjadi perhatian bersama sekaligus mendorong kesadaran warga untuk menjaga kelestarian sumber air bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan pemulihan mata air, warga LAD Borobudur berusaha merawat lingkungan sekitar, membersihkan kawasan sumber air, serta mendorong upaya pelestarian alam secara berkelanjutan. Inisiatif ini bukan sekadar mengembalikan aliran air, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap warisan alam, pengetahuan lokal, dan nilai-nilai adat yang diwariskan oleh para leluhur. Dengan semangat gotong royong, masyarakat berharap mata air yang dahulu menjadi bagian penting dari kehidupan warga dapat kembali tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang

Scroll to Top