
LAD
Lembaga Adat Desa Borobudur
Nata NGuriuri | Ndandani Wariske
Sugeng rawuh
WEBSITE LAD BOROBUDUR
Lembaga Adat Desa Borobudur merupakan wadah masyarakat dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai adat serta budaya yang hidup di Desa Borobudur. Melalui tradisi, ritual, pengetahuan lokal, dan keterlibatan masyarakat, LAD Borobudur berupaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Borobudur di tengah perkembangan zaman



Visi
“Terwujudnya kehidupan adat dan budaya masyarakat Desa Borobudur yang tertata, tetap hidup, berkembang secara selaras dengan perubahan zaman, serta mampu diwariskan kepada anak putu sebagai jati diri dan kekuatan masyarakat Borobudur.”
Misi
“Laku Panggayuh dijabarkan dalam empat arah pengabdian yang disebut Catur Karana Lembaga Adat Desa Borobudur, yaitu Nata Sing Wis Ana, Nguri-uri Sing Isih Urip, Ndandani Sing Wiwit Luntur, dan Wariske Marang Anak Putu”
”
“Adat Terjaga, Masyarakat Berdaya”
sesepuh Adat
“Adat Terjaga, Masyarakat Berdaya”

Jack Priyana
Adat bagi masyarakat Borobudur bukan sekadar rangkaian tradisi yang diwariskan dari para leluhur. Adat adalah tata nilai yang menuntun kita dalam menjalani kehidupan, menjaga hubungan antarsesama, menghormati alam, serta mengingat asal-usul kita sebagai bagian dari masyarakat Borobudur. Di tengah perubahan zaman, adat harus tetap hidup, bukan hanya disimpan sebagai kenangan, tetapi dipahami, dijalankan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Lembaga Adat Desa Borobudur hadir untuk merawat nilai-nilai tersebut agar tetap tumbuh bersama masyarakat. Ketika adat terjaga, rasa memiliki terhadap tanah kelahiran, budaya, lingkungan, dan kehidupan bersama akan semakin kuat. Karena itu, menjaga adat bukan berarti menolak perubahan, melainkan memastikan bahwa setiap perubahan tetap berpijak pada jati diri, kebijaksanaan leluhur, dan keseimbangan kehidupan masyarakat Borobudur
