Lembaga Adat Desa Borobudur (LAD) merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Desa Borobudur yang tumbuh dari nilai, tradisi, pengetahuan, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi kami, adat bukan sekadar upacara atau peninggalan masa lalu. Adat adalah cara masyarakat memahami hubungan antara manusia, alam, ruang hidup, leluhur, dan kehidupan bersama.
Borobudur memiliki warisan budaya yang tidak hanya berada pada bangunan Candi Borobudur, tetapi juga hidup dalam masyarakat, kampung, sawah, kebun, mata air, jalan desa, rumah, tradisi, kesenian, cerita, serta berbagai laku kehidupan yang membentuk karakter kawasan Borobudur.
Menjaga yang Masih Hidup
Lembaga Adat Desa Borobudur berupaya menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai yang masih tumbuh di tengah masyarakat.
Bukan sekadar mempertahankan bentuknya, tetapi memahami maknanya agar tetap relevan bagi kehidupan hari ini dan dapat diwariskan kepada anak cucu.
Nata sing wis ana.
Menata apa yang sudah ada.
Nguri-uri sing isih urip.
Merawat apa yang masih hidup.
Ndandani sing wiwit luntur.
Memperbaiki apa yang mulai memudar.
Wariské anak putu.
Mewariskannya kepada anak cucu.
Adat dan Lanskap Borobudur
Perubahan zaman membawa banyak perubahan terhadap ruang hidup masyarakat. Perubahan penggunaan lahan, berkurangnya ruang agraris, perubahan bentuk rumah dan lingkungan permukiman, serta berkembangnya kegiatan pariwisata perlu dihadapi dengan tetap menjaga karakter Borobudur.
Karena itu, adat bagi kami juga berkaitan dengan cara merawat ruang hidup.
Sawah bukan hanya lahan.
Mata air bukan hanya sumber air.
Pohon bukan hanya tanaman.
Kampung bukan hanya tempat tinggal.
Semuanya merupakan bagian dari hubungan kehidupan yang membentuk lanskap budaya Borobudur.
Ruang Belajar dan Ruang Bersama
LAD juga mendorong tumbuhnya ruang-ruang masyarakat sebagai tempat bertemu, belajar, berdiskusi, berkesenian, mengenal sejarah dan tradisi, serta memperkuat hubungan antargenerasi.
Pengetahuan tentang Borobudur tidak hanya disimpan dalam buku atau museum.
Ia juga hidup dalam ingatan para sesepuh, dalam cerita masyarakat, dalam tradisi, dalam kesenian, dalam laku budaya, dan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk Borobudur dan Generasi Mendatang
Kami percaya bahwa pembangunan Borobudur tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas dan mendatangkan wisatawan.
Borobudur perlu tetap menjadi ruang hidup masyarakat.
Karena itu, Lembaga Adat Desa Borobudur berkomitmen untuk ikut menjaga nilai-nilai adat, memperkuat pengetahuan masyarakat, merawat tradisi yang masih hidup, serta menjaga hubungan manusia dengan lingkungan dan lanskap Borobudur.
Adat bukan untuk dipertontonkan semata.
Adat adalah nilai yang dijalani.
Borobudur bukan hanya tempat yang dikunjungi.
Borobudur adalah ruang hidup yang harus dirawat bersama.
Lembaga Adat Desa Borobudur
Nguri-uri budaya, ngrumat alam, nguwatké masyarakat, kanggo anak putu.
